Monday, March 28, 2022

MANISAN BUAH PALA




DISUSUN OLEH;

KELOMPOK 3

1.   Ayu Wulandari

2.   Hasan Sodikin

3.   Juju Sumiati

4.   Saskia Ayu Pratama

5.   Muhammad Uulil Albab

6.   Dinda Amanda

SMAN 1 PASAWAHAN

BAB I

Pendahuluan

 A.        Latar belakang

Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan komoditas rempah asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Maluku. Kemudian berkembang kepulau-pulau lainnya yang ada di Indonesia. Selanjutnya menyebar luas ke negara-negara sekitar yaitu India, Srilangka, dan Malaysia.

Tanaman pala di Indonesia dikenal sebagai tanaman rempah sejak abad ke-18 dan sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat (98%) dan lainnya (2%) oleh perkebunan besar. Indonesia menjadi produsen pala terbesar di dunia yaitu sebesar 70%. Negara produsen lainnya adalah Grenada sebesar 20%, kemudian selebihnya India, Srilangka dan Malaysia (Ruhnayat, 2015).

Produksi pala Indonesia Tahun 2015 dengan biji kering sebesar 34.340 ton, merupakan produksi dari Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS).

Produksi Pala di Indonesia sebagian besar berasal dari Aceh dengan kontribusi produksi rata-rata lima tahun terakhir sebesar 25,46% sedangkan provinsi lainnya hanya berkontribusi kurang dari 20% (Kementrian Pertanian, 2016). Menurut Badan Statistik Sumatera Barat (2015) produksi komoditi pala pada tahun 2013 di Sumatera Barat mencapai 1.332 ton.

Perkembangan volume produksi biji pala Sumatera Barat selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Di Sumatra Barat Luas areal pertanaman sebagian besar (99%) berasal dari perkebunan rakyat, sedangkan selebihnya berasal dari perkebunan swasta dan perkebunan milik negara.

Daerah Sumatera Barat penanaman pala terluas terdapat di daerah Kabupaten Agam, Kabupaten Mentawai, dan Kabupaten Pesisir Selatan.Tanaman pala yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah biji dan fuli yang menjadi andalan sumber devisa bagi ekspor non migas.

UNDP (2013) menyatakan diantara berbagai produk pala, permintaan biji dan fuli pala serta minyak atsirinya diperkirakan akan tetap tinggi, disebabkan rempah pala mempunyai cita rasa yang khas. Potensi pala yang menghasilkan produk adalah buah pala terdiri dari 83,3 persen daging buah; 3,22 persen fuli; 3,94 persen tempurung biji dan daging biji; 9,54 persen.

B.        Sejarah singkat buah pala

Buah Pala (Myristica fragrans), merupakan tumbuhan yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Sebagai rempah-rempah dengan nilai yang tinggi, buah, fuli (salut biji), dan biji pala telah menjadi komoditas perdagangan yang penting sejak masa Romawi. Buah pala Banda juga dikenal sebagai katalisator dari berbagai sejarah di Nusantara maupun di dunia.

Pada abad ke-6 Masehi, pala menyebar ke India, kemudian ke Konstantinopel, dan menjadi mitos di belahan bumi lain. Lalu pada abad ke-13, para pedagang Arab telah menyimpulkan dengan tepat asal-usul rempah pala berada, yaitu di belahan timur pulau-pulau Nusantara. Akan tetapi mereka merahasiakan lokasi ini dari para pedagang Eropa. Baru ketika Portugis mendatangi Asia Tenggara pedagang-pedagang Eropa mendapatkan lokasi utama pala berasal.

Buah pala berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Ketika sudah masak, kulit dan daging buah membuka, akan terlihat biji berwarna coklat yang terbungkus fuli merah.

Tanaman pala merupakan tanaman yang cukup lama pertumbuhannya hingga masa panen. Panen pertama dilakukan tujuh sampai sembilan tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Pohon pala dapat tumbuh hingga 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.

Dalam kuliner Indonesia, pala digunakan dalam berbagai resep, terutama untuk masakan berkuah seperti beberapa soto, konro, sup buntut, sup iga, bakso, dan sup kambing. Pala juga digunakan dalam saus untuk hidangan yang berasal dari Eropa seperti bistik, semur, rolade, bistik lidah, juga menjadi garnish dalam berbagai jenis cocktail.

 

BAB II

Bahan-bahan Dan Alat Membuat Manisan Pala


A.        Bahan & Alat:

1.      500 gr buah pala  

2.      1 sdm garam

3.      1 liter air

4.      500 gr gula pasir

5.      Pewarna makanan

6.      Pisau

7.      dua wadah

8.      Toples

B.        Langkah-langkah Membuat Manisan Pala Pala Kering

·       Kupas kulit pala, belah, dan ambil dagingnya.

·       Kemudian potong setengah buah pala menjadi irisan tipis, hingga ujungnya teriris tipis. Hasilnya akan terlihat seperti kipas atau bunga.


 

·       Tuang 1 liter air ke dalam wadah, kemudian larutkan garam dan aduk rata.

·       Setelah itu masukkan pala yang sudah diiris tipis ke dalam larutan garam dan diamkan selama 1 hari.

·       Angkat dan tiriskan.

·       Tuang air ke dalam air dan larutkan bubuk kapur sirih, lalu rendam buah pala yang sudah direndam air garam.

·       Tunggu 1 hari, lalu angkat dan tiriskan.

·       Selanjutnya rebus 1 liter air yang sudah dicampur gula pasir hingga mengental, lalu angkat dan dinginkan.

·       Rendam kembali pala dalam larutan gula mendidih dan diamkan selama 1 hari. Angkat dan tiriskan.

·       Rebus kembali larutan gula hingga mengental, lalu dinginkan sebelum digunakan untuk membuat acar pala.

·       Perendaman terakhir juga bisa bertahan hingga 1 hari.

·       Setelah tahap perendaman, pala yang sudah jadi, kemudian dikeringkan dengan tampal pad di bawah terik matahari atau dapat menggunakan mesin pengering makanan.

·       Setelah dikeringkan, buah pala bisa dikeluarkan, ditaburi gula pasir, lalu dimasukkan ke dalam toples atau kemasan.

Proses perendaman ganda akan menghasilkan manisan pala yang tahan lama.

C.        Manfaat Buah Pala untuk Kesehatan

Saking banyaknya kandungan dalam pala, sehingga tak heran buah atau rempah yang satu ini memberikan ragam manfaat bagi kesehatan hingga kecantikan. Berikut adalah manfaat buah pala secara menyeluruh:

Ø  Mengatasi insomnia atau kesulitan tidur

Ø  Mengobati mual, kembung, dan masuk angin

Ø  Menambah nafsu makan

Ø  Melancarkan pencernaan

Ø  Meredakan nyeri otot dan sendi

Ø  Mengatasi asam lambung atau mag

Ø  Mengatasi suara parau

Ø  Meningkatkan kesehatan otak

Ø  Detoks Racun

Ø  Mencegah Leukimia

Ø  Menyehatkan Kulit

Ø  Melancarkan peredaran darah

Ø  Mengontrol tekanan darah

Ø  Menjaga kekuatan tulang

Ø  Meningkatkan Imunitas Tubuh

Ø  Mengobati diabetes

Ø  Mencegah Anemia

Ø  Baik untuk kesehatan mata

Ø  Menangkal radikal bebas dan cegah kanker

Ø  Menghilangkan bau badan

Ø  Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Ø  Membantu mengobati hepatitis

D.        Kandungan Dalam Buah Pala

Berbagai macam hasil olahan dari buah pala kini mudah ditemukan. Sejak banyak orang mengetahui buah pala bermanfaat untuk kesehatan, buah pala kini banyak diolah menjadi minuman kesehatan dan berbagai macam produk lainnya. Berikut ini berbagai macam kandungan yang ada dalam buah pala :

ü  Senyawa kimia Energi ( 42 kkal )

ü  Protein ( 0,3 gram )

ü  Lemak ( 0,2 gram )

ü  Karbohidrat ( 10,9 gram )

ü  Minyak atsiri

ü  Zat samak

ü  Zat pati.

ü  Saponin.

ü  Scolopetin.

ü  Zat besi ( 2 miligram )

ü  Kalsium ( 32 miligram )

ü  Vitamin A ( 29 IU )

ü  Vitamin B1 ( 1 miligram )

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.        Kesimpulan

Proses ekstraksi biji pala (Myristica fragrans Houtt) dengan pelarut metanol menggunakan metode refluks memperoleh rendamen sebesar 13,2%. Rendamen yang diperoleh telah memenuhi range persen rendamen dan diasumsikan semua senyawa polar dan non polar telah tertarik oleh pelarut pada saat proses ekstraksi.

B.        Saran

Saran Untuk kegiatan yang butuh kewaspadaan yang tinggi, misal : pengemudi kendaraan bermotor, pekerja laboratorium, pekerja bangunan, pekerja pabrik, pengendali mesin disarankan untuk menghindari konsumsi buah pala sebelum bekerja, karena buah pala dapat memperpanjang WRS, yang dapat mengakibatkan menurunnya kewaspadaan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai: efek unsur lain dari buah pala, perbandingan waktu reaksi laki-laki dan perempuan setelah pemberian buah pala 

DAFTAR PUSTAKA

 

Afriyunanto. (2006) “Kajian Potensi Penerapan Produksi Bersih Pada Industri Manisan Pala”. Fakultas Teknologi Pertanian BogorAstuti, D. (2005) “Kajian Bisnis  Franchise Makanan di Indonesia” Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol. 7, No. 1,

Dianti, A., Febrina, R. (2011) “Industrialisasi dan Konsumsi  Minuman Pala di Aceh Sebagai Minuman Pencegah Insomnia Pasca Gempa Tsunami”. Department of  Food Science and Technology, Faculty of Agriculture Technology, Bogor

Kurniawan, A. (2005) “Profil Usaha Krepek Pisang Goroho”. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado

Lusianah., Syamsun, M., Palupi, N., (2010) “Strategi dan Prospek Pengembangan Industri Produk Olahan Minyak Pala Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Bogor”.

Mulyadi, D., K. (2006) “Laporan  Keuangan Perusahaan Dagang”Natalisa, D. (2005) “Pemahaman Terhadap Segmentasi Pelanggan: Suatu Usaha untuk Meningkatkan Efektifitas Pemasaran Jasa Penerbangan”. Jurnal Manajemen & Bisnis Sreiwijaya Vol. 3 No.5 Juni 2005

Nugraha, D., R. (1995) “Studi Pengembangan Pembinaan Sentra Industri Kecil Manisan Pala di Desa Dwarga Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor”. Institut Pertanian BogorPurwanto. (2009) “Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian”. Jurnal Ilmu-ilmu pertanian Vol 5. No 1.

Masithoh. (2008) “Pengelolaan Lingkungan Pada Sentra Industri Rumah Tangga Pengasapan Ikan Bandaharjo Kota Semarang”.Universitas Diponegoro Semarang.Maulana, M., Mardianto, S., Malian, A.Husni. (2008) “Dinamika Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Indonesia”.

Millatina, D. (2012) “Analisis Pengaruh Kandungan Informasi Komponen


poto poto




Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Definition List

Unordered List

Support