DISUSUN OLEH;
KELOMPOK
3
1.
Ayu Wulandari
2.
Hasan Sodikin
3.
Juju Sumiati
4.
Saskia Ayu Pratama
5.
Muhammad Uulil Albab
6.
Dinda Amanda
SMAN 1 PASAWAHAN
BAB I
Pendahuluan
Tanaman pala
(Myristica fragrans Houtt) merupakan komoditas rempah asli Indonesia
yang berasal dari kepulauan Maluku. Kemudian berkembang kepulau-pulau
lainnya yang ada di Indonesia. Selanjutnya menyebar luas ke negara-negara
sekitar yaitu India, Srilangka, dan Malaysia.
Tanaman pala
di Indonesia dikenal sebagai tanaman rempah sejak abad
ke-18 dan sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat (98%) dan
lainnya (2%) oleh perkebunan besar. Indonesia menjadi produsen pala
terbesar di dunia yaitu sebesar 70%. Negara produsen lainnya adalah Grenada sebesar
20%, kemudian selebihnya India, Srilangka dan Malaysia (Ruhnayat,
2015).
Produksi pala
Indonesia Tahun 2015 dengan biji kering sebesar 34.340 ton, merupakan
produksi dari Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN) dan
Perkebunan Besar Swasta (PBS).
Produksi Pala
di Indonesia sebagian besar berasal dari Aceh dengan kontribusi
produksi rata-rata lima tahun terakhir sebesar 25,46%
sedangkan provinsi lainnya hanya berkontribusi kurang dari 20% (Kementrian
Pertanian, 2016). Menurut Badan Statistik Sumatera Barat (2015) produksi
komoditi pala pada tahun 2013 di Sumatera Barat mencapai 1.332 ton.
Perkembangan
volume produksi biji pala Sumatera Barat selama tiga tahun terakhir
mengalami fluktuasi. Di Sumatra Barat Luas areal pertanaman sebagian besar (99%)
berasal dari perkebunan rakyat, sedangkan selebihnya berasal dari perkebunan
swasta dan perkebunan milik negara.
Daerah Sumatera Barat penanaman pala
terluas terdapat di daerah Kabupaten Agam, Kabupaten Mentawai, dan
Kabupaten Pesisir Selatan.Tanaman pala yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi
adalah biji dan fuli yang menjadi andalan sumber devisa bagi ekspor
non migas.
UNDP (2013) menyatakan
diantara berbagai produk pala, permintaan biji dan fuli pala serta minyak
atsirinya diperkirakan akan tetap tinggi, disebabkan rempah pala mempunyai cita
rasa yang khas. Potensi pala yang menghasilkan produk adalah buah pala
terdiri dari 83,3 persen daging buah; 3,22 persen fuli; 3,94 persen tempurung biji
dan daging biji; 9,54 persen.
B.
Sejarah singkat buah pala
Buah Pala (Myristica fragrans), merupakan tumbuhan yang berasal dari kepulauan
Banda, Maluku. Sebagai rempah-rempah dengan nilai yang tinggi, buah, fuli
(salut biji), dan biji pala telah menjadi komoditas perdagangan yang penting
sejak masa Romawi. Buah pala Banda juga dikenal sebagai katalisator dari
berbagai sejarah di Nusantara maupun di dunia.
Pada abad ke-6
Masehi, pala menyebar ke India, kemudian ke Konstantinopel, dan menjadi
mitos di belahan bumi lain. Lalu pada abad ke-13, para pedagang Arab telah
menyimpulkan dengan tepat asal-usul rempah pala berada, yaitu di belahan timur
pulau-pulau Nusantara. Akan tetapi mereka merahasiakan lokasi ini dari para
pedagang Eropa. Baru ketika Portugis mendatangi Asia Tenggara pedagang-pedagang
Eropa mendapatkan lokasi utama pala berasal.
Buah pala berbentuk
lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena
mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Ketika sudah masak, kulit dan
daging buah membuka, akan terlihat biji berwarna coklat yang terbungkus fuli
merah.
Tanaman pala merupakan
tanaman yang cukup lama pertumbuhannya hingga masa panen. Panen pertama
dilakukan tujuh sampai sembilan tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai
kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Pohon pala dapat tumbuh hingga
20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.
Dalam kuliner
Indonesia, pala digunakan dalam berbagai resep, terutama untuk masakan berkuah
seperti beberapa soto, konro, sup buntut, sup iga, bakso, dan sup kambing. Pala
juga digunakan dalam saus untuk hidangan yang berasal dari Eropa seperti
bistik, semur, rolade, bistik lidah, juga menjadi garnish dalam
berbagai jenis cocktail.
BAB II
Bahan-bahan Dan Alat Membuat
Manisan Pala
A.
Bahan & Alat:
1. 500 gr
buah pala
2. 1 sdm
garam
3. 1 liter
air
4. 500 gr
gula pasir
5. Pewarna
makanan
6. Pisau
7. dua
wadah
8. Toples
B.
Langkah-langkah Membuat Manisan Pala Pala Kering
·
Kupas kulit pala, belah, dan ambil
dagingnya.
·
Kemudian potong setengah buah pala menjadi
irisan tipis, hingga ujungnya teriris tipis. Hasilnya akan terlihat seperti
kipas atau bunga.
·
Tuang 1 liter air ke dalam wadah, kemudian
larutkan garam dan aduk rata.
·
Setelah itu masukkan pala yang sudah diiris
tipis ke dalam larutan garam dan diamkan selama 1 hari.
·
Angkat dan tiriskan.
·
Tuang air ke dalam air dan larutkan bubuk
kapur sirih, lalu rendam buah pala yang sudah direndam air garam.
·
Tunggu 1 hari, lalu angkat dan tiriskan.
·
·
Rendam kembali pala dalam larutan gula
mendidih dan diamkan selama 1 hari. Angkat dan tiriskan.
·
Rebus kembali larutan gula hingga
mengental, lalu dinginkan sebelum digunakan untuk membuat acar pala.
·
·
Setelah tahap perendaman, pala yang sudah
jadi, kemudian dikeringkan dengan tampal pad di bawah terik matahari atau dapat
menggunakan mesin pengering makanan.
·
Setelah dikeringkan, buah pala bisa
dikeluarkan, ditaburi gula pasir, lalu dimasukkan ke dalam toples atau kemasan.
Proses
perendaman ganda akan menghasilkan manisan pala yang tahan lama.
C.
Manfaat Buah Pala untuk Kesehatan
Saking banyaknya kandungan dalam pala,
sehingga tak heran buah atau rempah yang satu ini memberikan ragam manfaat bagi
kesehatan hingga kecantikan. Berikut adalah manfaat buah pala secara
menyeluruh:
Ø
Mengatasi insomnia atau kesulitan tidur
Ø
Mengobati mual, kembung, dan masuk angin
Ø
Menambah nafsu makan
Ø
Melancarkan pencernaan
Ø
Meredakan nyeri otot dan sendi
Ø
Mengatasi asam lambung atau mag
Ø
Mengatasi suara parau
Ø
Meningkatkan kesehatan otak
Ø
Detoks Racun
Ø
Mencegah Leukimia
Ø
Menyehatkan Kulit
Ø
Melancarkan peredaran darah
Ø
Mengontrol tekanan darah
Ø
Menjaga kekuatan tulang
Ø
Meningkatkan Imunitas Tubuh
Ø
Mengobati diabetes
Ø
Mencegah Anemia
Ø
Baik untuk kesehatan mata
Ø
Menangkal radikal bebas dan cegah kanker
Ø
Menghilangkan bau badan
Ø
Menjaga kesehatan gigi dan mulut
Ø
Membantu mengobati hepatitis
D.
Kandungan Dalam Buah Pala
Berbagai macam hasil olahan dari buah pala kini
mudah ditemukan. Sejak banyak orang mengetahui buah pala bermanfaat untuk
kesehatan, buah pala kini banyak diolah menjadi minuman kesehatan dan berbagai
macam produk lainnya. Berikut ini berbagai macam kandungan yang ada dalam buah
pala :
ü Senyawa kimia Energi ( 42 kkal )
ü Protein ( 0,3 gram )
ü Lemak ( 0,2 gram )
ü Karbohidrat ( 10,9 gram )
ü Minyak atsiri
ü Zat samak
ü Zat pati.
ü Saponin.
ü Scolopetin.
ü Zat besi ( 2 miligram )
ü Kalsium ( 32 miligram )
ü Vitamin A ( 29 IU )
ü Vitamin B1 ( 1 miligram )
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Proses ekstraksi biji pala (Myristica fragrans Houtt) dengan
pelarut metanol menggunakan metode refluks memperoleh rendamen sebesar 13,2%.
Rendamen yang diperoleh telah memenuhi range persen rendamen dan diasumsikan
semua senyawa polar dan non polar telah tertarik oleh pelarut pada saat proses
ekstraksi.
B.
Saran
Saran Untuk kegiatan yang butuh kewaspadaan yang tinggi, misal :
pengemudi kendaraan bermotor, pekerja laboratorium, pekerja bangunan, pekerja
pabrik, pengendali mesin disarankan untuk menghindari konsumsi buah pala
sebelum bekerja, karena buah pala dapat memperpanjang WRS, yang dapat
mengakibatkan menurunnya kewaspadaan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai: efek unsur lain dari buah pala, perbandingan waktu reaksi laki-laki
dan perempuan setelah pemberian buah pala DAFTAR PUSTAKA
Afriyunanto. (2006) “Kajian Potensi Penerapan
Produksi Bersih Pada Industri Manisan Pala”. Fakultas Teknologi Pertanian
BogorAstuti, D. (2005) “Kajian Bisnis Franchise Makanan di Indonesia” Jurnal
Manajemen & Kewirausahaan, Vol. 7, No. 1,
Dianti, A., Febrina, R. (2011) “Industrialisasi
dan Konsumsi Minuman Pala di Aceh Sebagai Minuman Pencegah
Insomnia Pasca Gempa Tsunami”. Department of Food Science and Technology, Faculty of
Agriculture Technology, Bogor
Kurniawan, A. (2005) “Profil Usaha Krepek
Pisang Goroho”. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Sam
Ratulangi Manado
Lusianah., Syamsun, M., Palupi, N., (2010)
“Strategi dan Prospek Pengembangan Industri Produk Olahan Minyak Pala Dalam
Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Bogor”.
Mulyadi, D., K. (2006) “Laporan Keuangan Perusahaan Dagang”Natalisa, D.
(2005) “Pemahaman Terhadap Segmentasi Pelanggan: Suatu Usaha untuk Meningkatkan
Efektifitas Pemasaran Jasa Penerbangan”. Jurnal Manajemen & Bisnis
Sreiwijaya Vol. 3 No.5 Juni 2005
Nugraha, D., R. (1995) “Studi Pengembangan
Pembinaan Sentra Industri Kecil Manisan Pala di Desa Dwarga Kecamatan Dramaga
Kabupaten Bogor”. Institut Pertanian BogorPurwanto. (2009) “Teknologi
Pengolahan Hasil Pertanian”. Jurnal Ilmu-ilmu pertanian Vol 5. No 1.
Masithoh. (2008) “Pengelolaan Lingkungan Pada
Sentra Industri Rumah Tangga Pengasapan Ikan Bandaharjo Kota
Semarang”.Universitas Diponegoro Semarang.Maulana, M., Mardianto, S., Malian,
A.Husni. (2008) “Dinamika Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Indonesia”.
Millatina, D. (2012) “Analisis Pengaruh
Kandungan Informasi Komponen







.png)
.png)
.png)

0 comments:
Post a Comment